حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ بَاعَ نَخْلًا قَدْ أُبِّرَتْ فَثَمَرَتُهَا لِلْبَائِعِ إِلَّا أَنْ يَشْتَرِطَ الْمُبْتَاعُ
2565. Telah bercerita kepada kami Musaddad telah bercerita kepada kami Yazid bin Zurai'
telah bercerita kepada kami Ibnu 'Aun dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma
berkata; 'Umar mendapatkan harta berupa tanah di Khaibar lalu dia menemui Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata: "Aku mendapatkan harta dan belum pernah aku
mendapatkan harta yang lebih berharga darinya. Bagaimana Tuan memerintahkan aku
tentangnya?" Beliau bersabda: "Jika kamu mau, kamu pelihara pohon-pohoinnya lalu kamu
shadaqahkan (hasil) nya". Maka 'Umar menshadaqahkannya, dimana tidak dijual
pepohonannya tidak juga dihibahkannya dan juga tidak diwariskannya, (namun dia
menshadaqahkan hartanya itu) untuk para fakir, kerabat,. untuk membebaskan budak, fii
sabilillah (di jalan Allah), untuk menjamu tamu dan ibnu sabil. Dan tidak dosa bagi orang
yang mengurusnya untuk memakan darinya dengan cara yang ma'ruf (benar) dan untuk
memberi makan teman-temannya asal bukan untuk maksud menimbunnya.
0 Comments
Posting Komentar